Tepat 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober, Kapolri Listyo Sigit Diganti Setelah 5 Tahun 8 Bulan Menjabat

Tepat 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober, Kapolri Listyo Sigit Diganti Setelah 5 Tahun 8 Bulan Menjabat

Daftar Isi
Kapolri Jendral Listyo Sigit Purnomo, didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa, meninjau langsung Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur pasca kerusuhan, Minggu (2/10). (foto: Mabes Polri).

Jakarta, darijatim.com - Tepat empat tahun setelah tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022, pergantian pucuk pimpinan Polri memasuki tahapan penting setelah DPR RI menyetujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto untuk menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Persetujuan tersebut diberikan dalam rangkaian uji kelayakan dan kepatutan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Momentum pergantian itu bertepatan dengan empat tahun peristiwa Kanjuruhan yang terjadi seusai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada 1 Oktober 2022. Tragedi tersebut kemudian menyebabkan 135 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka.

Saat tragedi Kanjuruhan terjadi, Listyo Sigit Prabowo merupakan Kapolri yang memimpin institusi Polri. Sehari setelah kejadian, Listyo menyampaikan bahwa Polri akan menindaklanjuti instruksi Presiden dan mengusut proses penyelenggaraan serta pengamanan pertandingan tersebut.

Empat tahun berselang, DPR menyetujui Suyudi untuk menduduki posisi yang sebelumnya diemban Listyo. Keputusan Komisi III DPR diambil secara aklamasi setelah seluruh anggota yang hadir menyatakan persetujuan dan hasilnya kemudian dibawa ke Rapat Paripurna DPR.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan dari seluruh fraksi partai politik, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), dan pimpinan DPR RI.

"Kita langsung saja, apakah secara aklamasi dapat disetujui?" tanya Habiburokhman yang dijawab setuju oleh seluruh anggota DPR RI yang hadir, dikutip dari ANTARA.

Suyudi bukan perwira yang baru muncul di jajaran atas Polri. Lulusan Akpol 1994 itu memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, kewilayahan, Bareskrim, hingga menduduki jabatan Wakapolda Metro Jaya dan Kapolda Banten.

Suyudi kemudian dipercaya menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 25 Agustus 2025. Sebelumnya menyandang pangkat Irjen Pol, ia naik menjadi Komisaris Jenderal Polisi pada September 2025 setelah menjabat Kepala BNN.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan, Suyudi menyampaikan gagasannya mengenai peran Polri dalam mendukung pembangunan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. "Peran Polri adalah menjaga ruang aman bagi pembangunan, memberikan kepastian hukum, melindungi masyarakat, mencegah gangguan, dan menindak tindak pidana sesuai kewenangan," ucap Suyudi.

Suyudi juga mengaitkan arah tugas Polri dengan agenda Astacita Presiden Prabowo Subianto, termasuk reformasi politik hukum dan birokrasi, pemberantasan korupsi dan narkoba, penguatan keamanan nasional, serta pembangunan sumber daya manusia. Ia menegaskan Polri tidak mengambil alih fungsi kementerian atau lembaga lain.

Pergantian pimpinan Polri pada 1 Oktober 2026 tersebut secara waktu memang bertepatan dengan empat tahun tragedi Kanjuruhan. Namun, keputusan pergantian yang diberitakan DPR dan ANTARA didasarkan pada Surpres Presiden mengenai pemberhentian dan pengangkatan Kapolri serta hasil proses uji kelayakan, tanpa menyebut tragedi Kanjuruhan sebagai alasan pergantian. (sam)

Adspace Darijatim Square
Adspace Darijatim Landscape