Warga Surabaya Adukan Dealer Wuling ke Armuji, Mobil Lunas Tak Kunjung Diterima 8 Bulan
![]() |
| Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, bersama konsumen dan pihak dealer Wuling melakukan mediasi (foto: Tangkap Layar Youtube Armuji) |
Surabaya, darijatim.com - Seorang konsumen Wuling di Surabaya mengadukan dugaan keterlambatan penyerahan mobil yang telah dibayar lunas sejak Januari 2026 kepada Wakil Wali Kota Surabaya Armuji. Konsumen mengaku belum menerima unit kendaraan maupun pengembalian dana setelah menunggu hampir delapan bulan.
Konsumen bernama Nensi mengatakan dirinya membeli mobil di dealer resmi Wuling melalui PT Putra Perdana Indoniaga. Pembayaran dilakukan melalui rekening perusahaan, bukan langsung kepada sales, dengan nilai pembayaran mencapai ratusan juta rupiah.
"Saya sudah beli mobil lunas di dealer Kenderan Januari, Pak Armuji. Saya transfernya ke dealer, rekening resmi dealer. Tapi setelah itu lewat sales dealer," kata Nensi dalam pertemuan yang ditayangkan melalui kanal YouTube Armuji.
Pengiriman Mobil Tertunda karena Alasan Pemeriksaan Baterai
Nensi menjelaskan, setelah pembayaran lunas, unit kendaraan sempat tersedia. Namun, pengiriman mobil beberapa kali ditunda dengan alasan pemeriksaan baterai karena kendaraan yang dibelinya merupakan mobil listrik (EV).
Menurut Nensi, pemeriksaan tersebut kemudian disebut menemukan masalah pada baterai sehingga unit pertama tidak dapat dikirim. Ia kemudian ditawari penggantian unit, tetapi kembali terjadi kendala saat proses pengiriman.
"Setelah itu agak lama katanya dicek oleh langsung SGMW pusatnya. Ternyata dia bilang dari situ baterainya itu rusak, akhirnya tidak bisa dikirim ke saya," ujarnya.
Karena mengalami dua kali kendala, Nensi memilih meminta pengembalian dana. Ia mengaku sempat menerima bukti transfer pengembalian uang dari pihak dealer, tetapi dana tersebut tidak pernah masuk ke rekeningnya.
Dealer Disebut Akui Ada Dugaan Kesalahan Internal
Setelah melakukan pengaduan ke layanan resmi Wuling, Nensi kemudian diminta menyerahkan dokumen pembayaran. Ia mengaku telah memberikan bukti kuitansi, slip pembayaran, dan dokumen lain terkait transaksi.
Dalam pertemuan dengan pihak dealer, Nensi menyebut dirinya mendapat penjelasan bahwa terdapat dugaan kesalahan internal yang melibatkan sales. Ia juga disebut menerima informasi mengenai dugaan penyalahgunaan jabatan dan pemalsuan dokumen.
"Pihak mereka meminta maaf kalau memang ini kesalahan internal murni kesalahan internal dari mereka karena diceritakan mungkin ada penyalahgunaan jabatan sales tersebut dan ada pemalsuan dokumen," kata Nensi, dikutip dari YouTube Armuji.
Nensi mengatakan pihak dealer kemudian berjanji bertanggung jawab dan menawarkan penggantian berupa unit kendaraan baru. Ia sempat menerima pengembalian sebagian dana sebesar Rp5 juta pada 22 Juni 2026 dari PT Putra Perdana Indoniaga.
Aduan Dibawa ke Armuji Setelah Tak Ada Kepastian
Namun, janji pengiriman kendaraan pada Juli 2026 kembali tidak terealisasi. Menurut Nensi, pihak dealer beralasan sedang menangani proses hukum terhadap sales yang sebelumnya menangani transaksinya.
Kasus tersebut kemudian dibawa ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Karena belum mendapatkan kepastian penyelesaian, Nensi akhirnya mengadu kepada Armuji.
Armuji Minta Hak Konsumen Segera Dipenuhi
Menanggapi laporan tersebut, Armuji menilai konsumen telah memenuhi kewajibannya karena telah melakukan pembayaran secara tunai kepada dealer resmi. Ia meminta pihak perusahaan segera memberikan kepastian penyelesaian.
"Kalau dalam minggu besok mobilnya tidak datang, lebih baik ibu batalkan saja. Mereka sudah salah, perjanjian semua sudah salah," tegas Armuji.
Armuji menegaskan persoalan internal antara dealer dengan mantan sales bukan menjadi tanggung jawab konsumen. Menurutnya, pembayaran yang dilakukan konsumen telah masuk ke perusahaan sehingga hak konsumen harus dipenuhi.
"Soal sales-nya itu urusan bapak, diproses hukum itu urusan bapak, bukan urusannya Bu Nensi. Karena Ibu Nensi sudah ditawari mobil yang baru lagi dan sampai sekarang belum diterima," ujarnya.
Dealer Janji Sampaikan Persoalan ke Direksi
Sementara itu, pihak dealer Wuling yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada jajaran direksi perusahaan. Perwakilan dealer mengaku baru menjabat sehingga belum mengetahui seluruh kronologi kasus.
"Sebagai dealer resmi pasti akan tanggung jawab. Kita tidak mau menghindar, intinya kita mau ketemu dan masalahnya selesai," kata perwakilan dealer.
Perwakilan dealer menyebut keputusan akhir terkait penyelesaian berada di tangan direksi perusahaan. Ia memastikan hasil pembahasan akan disampaikan kepada konsumen.
Nensi berharap pihak Wuling memberikan kepastian, baik terkait pengiriman kendaraan maupun pengembalian dana beserta kompensasi yang dianggap wajar karena uang pembayaran telah tertahan selama berbulan-bulan.
"Saya minta itikad baiklah dari Wuling yang nama besarnya ini. Saya juga tidak mau menjelek-jelekkan, saya maunya itu selesai baik-baik," kata Nensi. (Sam)
