Peserta KPN+ 2026 Melonjak, Panitia Tambah Hari dan Pindahkan Lokasi Kompetisi
Daftar Isi
Jakarta, darijatim.com — Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) 2026 mencatat lonjakan minat peserta. Setelah pembukaan di Medan pada 29 hingga 30 Agustus 2026, kompetisi musik klasik tersebut akan berlanjut di 10 kota lain sebelum memasuki babak final di Jakarta pada 11–13 Desember 2026.
Pendiri Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+), Ananda Sukarlan melalui pesan WhatsApp ke darijatim.com mengatakan, Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) diselenggarakan sebagai ajang kompetisi bagi musisi usia paling muda menuju kompetisi bergengsi seperti Ananda Sukarlan Award.
"Untuk memberi wadah para musikus usia paling muda untuk memulai berkompetisi sebelum ikut kompetisi yang lebih sulit seperti Ananda Sukarlan Award misalnya, yang memang untuk musikus yang lebih matang, mau (atau sudah) memasuki usia kuliah musik," ujar Ananda, Kamis (3/9/2026).
"Bahkan banyak musikus yang untuk pertama kalinya mengikuti kompetisi di KPN+ ini, karena memang syarat & kriteria KPN+ relatif mudah dan ringan (hanya memainkan 2 karya di semi final, dan 2 karya lagi di final)," imbuhnya.
Sementara itu, manajer Ananda sekaligus Direktur Ananda Sukarlan Center, Chendra Panatan menyampaikan, sejumlah perubahan dan penambahan terkait pelaksanaan kompetisi. Di Yogyakarta, lokasi kompetisi dipindahkan ke Hotel Alana Malioboro, Drupadi Room, Jalan MT Haryono, tempat yang bisa mengakomodasi lebih banyak penonton.
Pelaksanaan tetap pada Sabtu, 10 Oktober 2026, mulai pukul 10.00 WIB. Ananda akan didampingi juri Ines Maer, pianis dan guru musik asal Surabaya yang merupakan lulusan Koninklijk Conservatorium Den Haag.
KPN Lampung mendapat tambahan satu hari pelaksanaan. Kompetisi yang sebelumnya dijadwalkan satu hari kini digelar pada 17–18 Oktober 2026 di Ballroom Hotel Akar
Penambahan waktu tersebut dilakukan karena jumlah peserta telah melampaui 100 orang dan masih berpotensi bertambah hingga batas pendaftaran pada 18 September 2026 pukul 18.09 WIB.
Di sela kompetisi Lampung, Ananda juga dijadwalkan menggelar mini concert interaktif selama sekitar satu jam. Dalam kegiatan tersebut, penonton dapat berdialog dan mengajukan pertanyaan sambil menyaksikan Ananda memainkan sejumlah karya piano. Ia akan didampingi juri Angelica Liviana, pianis lulusan Universitas Pelita Harapan yang kini menjadi dosen di almamaternya.
Selain kompetisi, sepanjang September Ananda juga dijadwalkan menggelar berbagai workshop dan masterclass di sejumlah kota melalui program seperti NgobrAS (Ngobrol dengan Ananda Sukarlan), AAA (Ask Ananda Anything), dan AI (Ananda's Insights).
Kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum, termasuk mereka yang tidak berkecimpung di dunia musik. Bahkan, program tersebut ditujukan pula bagi masyarakat yang tidak secara khusus menyukai musik klasik.
Agenda September mencakup Bandung pada 13 September, Cirebon 14–15 September, Yogyakarta 16–17 September, Balikpapan 19 September, dan Bekasi 26 September 2026.
Sebelumnya, pertemuan Ananda dengan pecinta musik di Medan berlangsung meriah. Auditorium AVIA Music Center dipenuhi peserta dan penonton yang antusias mengikuti dialog dengan maestro piano tersebut.
Selain membahas musik klasik dan teknik permainan piano, Ananda menjawab berbagai pertanyaan ringan mengenai musik, buku, film hingga warna favorit. Diskusi juga berkembang pada isu pengenalan musik klasik kepada generasi Z, prospek karier pemusik klasik di Indonesia, hingga proses pembelajaran instrumen musik.
Sejumlah topik lebih mendalam turut dibahas, termasuk pengalaman pribadi Ananda, proses sinestesia, serta perbedaan interpretasi dan improvisasi dalam bermusik. (sk)