Malang Bidik Zero Maternal Mortality 2027, Sinkronisasi Data Jadi Kunci

Daftar Isi
Malang, darijatim.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menargetkan penurunan angka kematian ibu (AKI) hingga titik terendah atau zero maternal mortality pada 2027. Sinkronisasi data lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pencapaian target tersebut.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Capacity Building ASN DPPKB Kabupaten Malang di Rayz Hotel UMM, Kecamatan Dau, Rabu (2/9/2026).

Bimtek yang berlangsung 2–3 September 2026 itu diikuti 165 peserta, terdiri dari 39 kepala puskesmas, 44 penyuluh KB, 64 pegawai DPPKB berstatus PPPK, serta 16 pimpinan dan staf DPPKB.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan semester I 2026, tercatat 12 kasus kematian ibu dari 18.306 ibu hamil. Selain itu, terdapat 705 ibu hamil berisiko tinggi atau sekitar 3,85 persen.
Budiar menegaskan, penanganan AKI, angka kematian bayi (AKB), dan stunting membutuhkan data yang terintegrasi serta kolaborasi lintas sektor.

“Saya berharap setelah kegiatan ini, ada sinkronisasi data yang nyata. Bukan sekadar angka, tapi realita di lapangan harus menunjukkan penurunan kemiskinan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Malang juga berencana mengadopsi sistem pelaporan berbasis RT seperti yang diterapkan di Manado untuk memperbarui data kondisi kesehatan, penyakit, dan sosial ekonomi masyarakat secara real-time.

Kolaborasi akan melibatkan sejumlah perangkat daerah dan lembaga, termasuk BAZNAS, Dinas Kesehatan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, untuk mendukung penanganan kesehatan ibu, stunting, rumah layak huni, jamban sehat, hingga pemenuhan gizi masyarakat. (sk)
Adspace Darijatim Square
Adspace Darijatim Landscape