Konser Calvin Abdiel di Jerman Ungkap Pengaruh Gamelan terhadap Musik Klasik
Daftar Isi
| ||
Calvin merupakan pianis berprestasi di tingkat internasional. Ia meraih juara ketiga Sydney International Piano Competition 2021 dan juara pertama Ananda Sukarlan Award 2020. Ia juga aktif memperkenalkan musik Indonesia melalui berbagai karya, termasuk Rapsodia Nusantara ciptaan komponis Ananda Sukarlan.
Konser di MARKK memiliki nilai sejarah karena museum tersebut menyimpan gamelan yang pernah dipertunjukkan dalam Paris Expo 1889. Dalam pameran tersebut, komponis Prancis Claude Debussy pertama kali mendengar gamelan.
Pengalaman itu kemudian memengaruhi karya Debussy, salah satunya "Pagodes" untuk piano solo. Unsur musik gamelan selanjutnya turut menginspirasi perkembangan musik sejumlah komponis Barat dan menyebar ke berbagai negara.
Dalam konsernya, Calvin membawakan Rapsodia Nusantara No. 27 dan "Batik Carved on Music" karya Ananda Sukarlan. Ia juga memainkan "Galamb Borong" karya György Ligeti, "Pagodes" karya Debussy, serta salah satu nomor dari "Java Suite" karya Leopold Godowsky.
Rapsodia Nusantara merupakan rangkaian karya piano yang mengeksplorasi motif, melodi, tangganada, ritme dan harmoni lagu-lagu daerah Indonesia. Hingga kini, karya tersebut telah mencapai 45 nomor dan menjadi sarana memperkenalkan kekayaan musik tradisional Indonesia dalam format piano solo.
Rapsodia Nusantara No. 27 menggunakan motif "Gending Sriwijaya" dan "Dek Sangke" dari Sumatera Selatan. Sementara "Batik Carved on Music" terinspirasi dari sebuah grand piano Yamaha bermotif batik yang disebut sebagai piano terakhir yang diproduksi Yamaha di Indonesia sebelum perusahaan tersebut meninggalkan Indonesia pada akhir 2025.
Rangkaian kegiatan di Hamburg diawali ceramah Prof. Henry Spiller pada Sabtu (5/9/2026) di restoran Indonesia Dapur Mama. Etnomusikolog asal Amerika Serikat itu membahas perjalanan gamelan Jawa, Sunda, Bali dan tradisi gamelan lainnya dalam berbagai pameran dunia pada abad ke-19.
Sebelum konser, digelar talkshow bersama Geraldus Martimbang, peneliti Technical University Munich, dan Gabriel Laufer, pemain perkusi. Acara juga menampilkan Gamelan Margi Budoyo, kelompok binaan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hamburg.
Konser tersebut menjadi pertemuan simbolis dua perjalanan budaya. Gamelan Indonesia pernah memengaruhi musik klasik Barat, sementara kini musik Indonesia terus berkembang dan diperkenalkan ke dunia melalui karya-karya komponis dan musisi Tanah Air. (sk)