Budiman Sudjatmiko Ungkap Strategi BP Taskin Atasi Kemiskinan, Bukan Sekadar Bansos

Budiman Sudjatmiko Ungkap Strategi BP Taskin Atasi Kemiskinan, Bukan Sekadar Bansos

Daftar Isi
Budiman Sudjatmiko saat menjadi narasumber dalam podcast Akbar Faizal Uncensored (foto: tangkap layar youtube Akbar Faizal Uncensored)



Jakarta, darijatim.com - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengungkap strategi pemerintah dalam mengatasi kemiskinan melalui pendekatan struktural, bukan hanya pemberian bantuan sosial.

Menurut Budiman Sudjatmiko, kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan kekurangan uang tunai, tetapi juga persoalan keterbatasan akses dan kepemilikan aset masyarakat. Ia menyebut BP Taskin dibentuk karena pemerintah melihat anggaran pengentasan kemiskinan sudah besar, namun persoalan kemiskinan masih terus menjadi tantangan.

"Kemiskinan kita bukan sekadar itu. Kemiskinan kita juga menurut temuan kami di BP Taskin adalah juga kurang akses dan kurang aset," kata Budiman Sudjatmiko, dikutip dari Akbar Faizal Uncensored.

Budiman Sudjatmiko menjelaskan, selama ini penanganan kemiskinan banyak dilakukan melalui program seperti bantuan langsung tunai (BLT), bantuan sosial, dan bantuan pangan. Namun, menurut dia, program tersebut lebih banyak menyasar gejala kemiskinan, bukan akar persoalan.

"Selama ini rupanya sudah diselesaikan dengan cara masif. Ada penggelontoran BLT, bansos, Raskin segala macam. Tapi kita melihat bahwa dari fenomena seolah kemiskinan selama ini diselesaikan hanya dengan BLT, Raskin dan bansos itu memang sudah masif. Tapi hanya gejalanya saja," ujar Budiman.

Ia mengatakan persoalan akses mencakup kemampuan masyarakat mendapatkan pendidikan, kesehatan, pekerjaan, informasi, teknologi, hingga infrastruktur dasar. Sementara persoalan aset berkaitan dengan kepemilikan seperti rumah, tanah, saham, atau sumber ekonomi lain.

"Makanya bagi kita mengatasi kemiskinan akibat kurangnya akses ya rakyatnya harus dimampukan diberdayakan," tambahnya.

Budiman menambahkan, BP Taskin juga memiliki tugas menyinergikan berbagai program antarkementerian dan pemerintah daerah agar penanganan kemiskinan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Menurut dia, kemiskinan merupakan rangkaian persoalan yang membutuhkan rangkaian solusi. Karena itu, program pemerintah perlu saling terhubung mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, hingga penciptaan lapangan kerja.

"Kemiskinan itu bukan sekadar satu fenomena. Dia bukan partikel, dia bukan satu fenomena. Dia satu rangkaian," ujar pria berkacamata ini.

Ia menjelaskan BP Taskin menjalankan koordinasi dengan sejumlah kementerian melalui program Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SASKIN) untuk memperkuat kolaborasi pusat dan daerah.

Budiman Sudjatmiko menyebut pendekatan yang dibangun pemerintah diarahkan dari sekadar penanggulangan menuju pengentasan kemiskinan secara struktural.

"Kalau penanggulangan itu kasih pelampung. Kalau pengentasan bikin perahu, bikin armada perahu," tegas Budiman.

Ia menuturkan, pemerintah juga melihat pentingnya transformasi masyarakat dari sektor agraris menuju industri dan ekonomi digital. Menurutnya, peningkatan keterampilan masyarakat menjadi bagian penting agar mampu mengikuti perubahan ekonomi.

"Pak Prabowo mengidentifikasi arahan pada kami dan coba kami rumuskan dalam rencana induk adalah mengetaskan kemiskinan satu hal, mentransformasikan dari masa agraris ke masa industri dan segera mengejarnya ke masyarakat digital," ujar Budiman Sudjatmiko.

Budiman Sudjatmiko mengatakan BP Taskin telah menyusun rencana induk percepatan pengentasan kemiskinan yang melibatkan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Rancangan tersebut, kata dia, telah diajukan untuk menjadi peraturan presiden.

"Rancangan itu adalah kita sudah meng-cover semua bagaimana tugas masing-masing kementerian, lembaga dan pemerintah daerah sudah komprehensif," pungkasnya. (Sam)

Adspace Darijatim Square
Adspace Darijatim Landscape